KLATEN — Polresta Klaten memperkuat kualitas pelayanan publik dengan membekali personel kemampuan komunikasi dan public speaking. Pelatihan tersebut diarahkan untuk membangun service mindset, meningkatkan kemampuan menyampaikan informasi, serta mendorong pelayanan yang ramah, profesional, empatik, dan solutif kepada masyarakat, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Satya Haprabu Polresta Klaten tersebut diikuti personel yang bertugas pada pelayanan publik di masing-masing satuan fungsi, Call Center 110, pelayanan WhatsApp Lapor, serta personel Polwan dan PNS wanita. Materi yang diberikan mencakup service mindset, pelayanan optimal, grooming, handling request skill, penggunaan bahasa yang tepat untuk mencegah komplain, serta sikap layanan bagi petugas garda depan dan penerima tamu.
Kabag SDM Polresta Klaten Polda Jateng Kompol Lelono Windi Bramantyo, S.Kom., M.H., menyampaikan kemampuan komunikasi merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian karena personel berhadapan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, cara menyampaikan informasi dan memberikan pelayanan turut memengaruhi pengalaman serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
“Public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana kita mampu menyampaikan pesan dengan jelas, percaya diri, terstruktur, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Karena itu, kemampuan komunikasi perlu terus ditingkatkan, khususnya bagi personel yang berada di lini pelayanan.” Kompol Lelono Windi Bramantyo.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga dibekali kemampuan active listening, membangun empati, melakukan konfirmasi dan verifikasi, memberikan solusi, serta memperoleh umpan balik dari masyarakat. Personel diarahkan menggunakan bahasa yang positif dan solutif, termasuk menghindari ungkapan yang berpotensi menimbulkan kesan menolak atau tidak peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain komunikasi, pelatihan turut menekankan pentingnya penampilan, sikap, kenyamanan ruang pelayanan, proses yang jelas dan akurat, serta pemanfaatan layanan elektronik. Aspek tersebut dinilai menjadi satu kesatuan dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang baik, terutama bagi petugas garda depan dan penerima tamu yang menjadi titik awal interaksi masyarakat dengan kepolisian.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap personel dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pelayanan yang baik harus dibangun dari kepedulian, komunikasi yang tepat, sikap profesional, empati, serta kemampuan memberikan solusi sesuai ketentuan yang berlaku.” Kompol Lelono Windi Bramantyo.



